24, usia keramat sebelum seperempat abad.

Usia sudah memasuki penghujung 24 tahun tetapi belum memiliki karya berarti.Tulisan ini meronta keluar dengan sadar setelah sebuah caption dari Fahd Pahdepie mengusik minda, “Pada akhirnya, kita semua akan menjadi memori bagi orang lain teruslah berbuat baik.”

Banyak hal yang menjadi kekurangan, bahkan hal-hal vital semisal hubungan dengan keluarga yang nyaris seperti laba-laba. Goresan-goresan yang kulukiskan selama ini kepada kanvas sekitar mungkin disikapi dengan sabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *